Minggu, 10 Januari 2016
Pengertian CD(Context Diagram) dan DFD (Data Flow Diagram)
ANALISA DAN
PERANCANGAN SISTEM 1
Pengertian
CD(Context Diagram) dan
DFD (Data Flow Diagram)
Disusun oleh :
Nama : Laily Cholis Maulidan
NIM : 2014-53-065
Kelas : B
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MURIA
KUDUS
2015
1. Diagram Konteks (CD)
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu
proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan
level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output
dari sistem. Ia akan memberi gambaran tentang keseluruan sistem. Sistem
dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram
konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks[1].
2. Data Flow Diagram(DFD)
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang
telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir(misalnya lewat
telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan
disimpan (misalnya file kartu, microfiche, hard disk, tape, dikette dll). DFD
merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang
terstruktur (structured analysis and design)[2].
Simbol
:
a.
Kesatuan Luar (external entity)
Sesuatu
yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke dalam sistem atau
memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. Entitas
eksternal tidak termasuk bagian dari sistem. Bila system informasi dirancang
untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih
terkait menjadi entitas eksternal.
Pedoman
pemberian nama kesatuan luar (external entity)
1)
Nama terminal berupa kata benda.
2)
Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang
objeknya sama (digambarkan dua kali . dimaksudkan untuk membuat diagram yang
jelas). Bila tidak demikian, maka terminal ini perlu di beri garis miring pada
pojok kiri atas.
b.
Arus Data(dataflow)
Arus
data merupakan tempat menggalinya informasi dan digambarkan dengan garis yang
menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arus panah dan
garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir
diantara proses, data store dan menunjukan arus data dari data yang berupa
masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.
Pedoman
pemberian nama aliran data
1) Nama aliran data yang terdiri dari
beberapa aliran kata dihubungkan dengan garis sambung.
2) Tidak boleh ada aliran data yang
namanya sama, dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.
3) Aliran data yang terdiri dari beberapa
elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.
4) Hindari penggunaan kata ‘data’ dan
‘informasi’ untuk memberi nama pada aliran data.
5) Sedapat mungkin nama aliran data
ditulis lengkap.
c.
Pengertian Proses (process)
Proses
merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat mengolah data atau
aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi
mentranformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa
data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki
satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran.
Proses sering pula disebut bubble.
Pedoman
pemberian nama proses
1) Nama proses terdiri dari kata kerja
dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya : Hitung
Bonus, Pendataan Karyawan, Cetak Fatur,dll.
2) Jangan menggunakan kata proses yang
memiliki nama suatu proses (bubble).
3) Tidak boleh ada beberapa proses yang
memiliki nama yang sama.
4) Proses harus diberi nomor. Urutan
nomor sedapat mungkin mengikuti aliran atau urutan proses, namun demikian
urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses secara kornologis.
5) Penomoran proses pada tingkatan
pertama (Diagram Nol) adalah 1.0,2.0,3.0, dst.
6) Penomoran pada tingkat kedua dari
proses 1.0 (rincian dari proses 1.0) adalah 1.1,1.2,1.3, dst.
7)
Context diagram tidak perlu diberi nomor.
Contoh
Penomoran level pada DFD :
·
Langkah
pembuatan DFD
1.
Identifikasi semua kesatuan luar yang terlibat dengan sistem. .
2.
Identifikasi input dan output yang
berhubungan dengan kesatuan luar
3.
Buatlah gambaran dari konteks diagram
·
Syarat-syarat
pembuatan DFD
Syarat pembuatan DFD ini akan menolong profesional sistem untuk
menghindari pembentukkan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak
konsisten secara logika. Beberapa syarat pembutan DFD dapat menolong
profesional sistem untuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk dilihat
dan mudah dibaca oleh pemakai.
Syarat-syarat
pembuatan DFD ini adalah :
1.
Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
2.
Pemberian nomor pada komponen proses
3.
Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4.
Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
5.
Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika
Contoh Diagram Konteks dan Data Flow Diagram
Contoh
Data Flow Diagram :
SOAL TUGAS APSI 1 FOD GANJIL GENAP
PETUNJUK TUGAS :
1. Silahkan anda kerjakan dengan software Microsoft
Visio.
2.
Tugas
dikerjakan per mahasiswa, dan dirubah ke dalam bentuk pdf.
3.
Tugas di
upload maksimal, hari ahad tanggal 15 Maret jam 11 malam.
4.
Jangan
Lupa diberi NIM, Nama, dan kelas anda masing-masing.
SOAL
1.
Buatlah
Flow of Document (FOD ) dari narasi
yang ada di bawah ini
Prosedur pendaftaran anggota perpustakaan adalah
sebagai berikut :
a.
Mahasiswa
yang ingin mendaftar harus mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan
bagian pelayanan dengan memperlihatkan kartu mahasiswa sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut adalah
mahasiswa yang sah dan melengkapi persyaratan-persyaratan formulir.
b.
Setelah
formulir dan persyaratan telah lengkap, mahasiswa menyerahkan formulir kepada
bagian pelayanan untuk diproses.
c.
Bagian
pelayanan mencatat data anggota baru ke dalam buku induk.
d.
Petugas
bagian pelayanan menggunakan data anggota dari buku induk untuk membuat kartu
anggota sebagai kartu identitas anggota perpustakaan untuk mahasiswa dan kartu
peminjam yang akan digunakan pada saat meminjam buku.
e.
Petugas
menyerahkan kartu anggota dan kartu
pinjaman pada mahasiswa. Kartu anggota dan kartu pinjaman berlaku sela ma
mahasiswa tersebut terdaftar sebagai
mahasiswa Universitas Muria Kudus.
f.
Formulir
Pendaftaran yang sudah diproses digunakan petugas untuk membuat 2 rangkap
Laporan Keanggotaan Pertahun (LKP), satu untuk kepala perpustakaan yang
kemudian laporan tersebut diarsipkan dan satu untuk kepala sekolah.
g.
Petugas
bagian pelayanan mengarsipkan formulir-formulir pendaftaran.
h.
Mahasiswa
yang sudah terdaftar sebagai anggota perpustakaan sekolah diperbolehkan
meminjam buku yang dibutuhkan.
Ada
beberapa tahap atau prosedur yang harus dilakukan oleh mahasiswa agar dapat
meminjam buku di Perpustakaan Universitas Muria Kudus. Prosedur peminjaman buku
adalah sebagai berikut (Dikerjakan untuk
NIM yang belakangnya Ganjil )
:
a.
Mahasiswa
datang ke perpustakaan dengan membawa kartu pinjaman.
b.
Mahasiswa
mengisi daftar hadir yang diletakan tepat di meja di samping pintu masuk.
c.
Mahasiswa
membawa buku yang akan dipinjam ke bagian pelayanan untuk dicatat dan
menyerahkan kartu pinjaman.
d.
Petugas
bagian pelayanan mencatat data semua buku yang akan dipinjam ke buku
peminjaman.
e.
Petugas
menulis tanggal pengembalian buku di slip tanggal yang ditempel di coverbuku
bagian belakang.
f.
Petugas
mencatat no. klasifikasi buku dan tanggal pengembalian buku satu persatu di
kartu pinjaman.
g.
Petugas
menyimpan kartu pinjaman milik anggota di kotak tempat penyimpanan kartu
pinjaman yang tersedia.
h.
Petugas
menggunakan data peminjaman dari buku peminjaman perkelas untuk membuat 2
rangkap laporan peminjaman setiap akhir semester.
Ada
beberapa tahap atau prosedur yang harus dilakukan oleh mahasiswa untuk
mengembalikan buku di Perpustakaan Universitas Muria Kudus . Prosedur
pengembalian buku adalah sebagai berikut : (Dikerjakan
untuk NIM yang belakangnya Genap )
a.
Mahasiswa
membawa buku yang akan dikembalikan ke perpustakaan disertai dengan membawa
kartu anggota perpustakaan.
b.
Mahasiswa
memperlihatkan kartu anggota kepada petugas bagian pelayanan perpustakaan.
c.
Petugas
mencari data peminjaman milik anggota yang bersangkutan di buku peminjaman,
kemudian mencari kartu pinjaman di kotak tempat penyimpanan kartu pinjaman.
e.
Petugas
memeriksa tanggal pengembalian buku apakah anggota terlambat mengembalikan buku atau tidak. Jika tidak,
petugas memberi paraf padakolom yang disediakan di buku peminjaman untuk
memberi tanda bahwa buku tersebut sudah dikembalikan. Jika terlambat, mahasiswa
dikenakan denda sesuai dengan ketentuan perpustakaan.
f.
Petugas
mencatat data denda di buku keuangan denda perpustakaan.
g.
Petugas
mencoret judul buku dan tanggalpengembalian di kartu pinjaman,menandakan bahwa
buku sudah dikembalikan.
h.
Petugas
menyerahkan kembali kartu pinjaman yang telah diberi tanda kepada mahasiswa.
i.
.Petugas
membuat 2 rangkap laporan buku yang hilang (LAP. BYH) pertahun.
PENGERTIAN ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
Beda Algoritma dan Program
Program
adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan
sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan
menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah
suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa pakar memberi
formula bahwa :
Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)
Bagaimanapun
juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada sebuah
program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat
akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.
Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya :
- Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.
- Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
- Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama karena algoritmanya sama.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma :
- Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami.
- Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik.
- Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
- Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocode dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi mesin yang menjalannya.
- Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
- Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada translasi tersebut, yaitu :
a. Pendeklarasian variabel
Untuk
mengetahui dibutuhkannya pendeklarasian variabel dalam penggunaan
bahasa pemrograman apabila tidak semua bahasa pemrograman
membutuhkannya.
b. Pemilihan tipe data
Apabila
bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan pendeklarasian
variabel maka perlu hal ini dipertimbangkan pada saat pemilihan tipe
data.
c. Pemakaian instruksi-instruksi
Beberapa instruksi mempunyai kegunaan yang sama tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
d. Aturan sintaksis
Pada saat menuliskan program kita terikat dengan aturan sintaksis dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.
e. Tampilan hasil
Pada
saat membuat algoritma kita tidak memikirkan tampilan hasil yang akan
disajikan. Hal-hal teknis ini diperhatikan ketika mengkonversikannya
menjadi program.
f. Cara pengoperasian compiler atau interpreter.
Bahasa pemrograman yang digunakan termasuk dalam kelompok compiler atau interpreter.
1. Mendefinisikan masalah
Ini merupakan langkah pertama yang sering dilupakan orang. Menurut hukum Murphy
(oleh Henry Ledgard):
“Semakin cepat menulis program, akan semakin lama kita dapat menyelesaikannya”.
Hal
tersebut berlaku untuk permasalahan yang kompleks. Tentukan masalahnya,
apa saja yang harus dipecahkan dengan menggunakan komputer, dan apa
inputan serta outputnya.
2. Menemukan solusi
Setelah masalah didefinisikan, maka langkah berikutnya adalah menentukan solusi.
Jika masalah terlalu kompleks, maka ada baiknya masalah tersebut dipecah menjadi
modul-modul kecil agar lebih mudah diselesaikan.
Contohnya masalah invers matriks, maka kita dapat membagi menjadi beberapa
modul:
meminta masukkan berupa matriks bujur sangkar
- mencari invers matriks
- menampilkan hasil kepada pengguna
Dengan penggunaan modul tersebut program utama akan menjadi lebih singkat dan
mudah dilihat.
3. Memilih algoritma
Pilihlah algoritma yang benar-benar sesuai dan efisien untuk permasalahan tersebut
4. Menulis program
Pilihlah bahasa yang mudah dipelajari, mudah digunakan, dan lebih baik lagi jika
sudah dikuasai, memiliki tingkat kompatibilitas tinggi dengan perangkat keras dan
platform lainnya.
5. Menguji program
Setelah
program jadi, silahkan uji program tersebut dengan segala macam
kemungkinan yang ada, termasuk error-handlingnya sehingga program
tersebut akan benar-benar handal dan layak digunakan.
6. Menulis dokumentasi
Menulis dokumentasi sangat penting agar pada suatu saat jika kita akan melakukan
perubahan
atau membaca source code yang sudah kita tulis dapat kita ingat-ingat
lagi dan kita akan mudah membacanya. Caranya adalah dengan menuliskan
komentarkomentar kecil tentang apa maksud kode tersebut, untuk apa,
variabel apa saja yang digunakan, untuk apa, dan parameter-parameter
yang ada pada suatu prosedur dan fungsi.
7. Merawat program
Program
yang sudah jadi perlu dirawat untuk mencegah munculnya bug yang
sebelumnya tidak terdeteksi. Atau mungkin juga pengguna membutuhkan
fasilitas
baru yang dulu tidak ada.
1. Sequence Process: instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan.
2. Selection Process: instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu
3. Iteration Process: instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi tertentu.
4. Concurrent Process: beberapa instruksi dikerjakan secara bersama.
Contoh Algoritma
Algoritma menghitung luas persegi panjang:
1. Masukkan panjang (P)
2. Masukkan lebar (L)
3. L ← P * L
4. Tulis L
Dalam
Algoritma, tidak dipakai simbol-simbol / sintaks dari suatu bahasa
pemrograman tertentu, melainkan bersifat umum dan tidak tergantung pada
suatu bahasa pemrograman apapun juga. Notasi-notasi algoritma dapat
digunakan untuk seluruh bahasa pemrograman manapun.
Definisi Pseudo-code
Kode
atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan pejelasan cara
menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia
untuk menuliskan algoritma.
Problem: mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang diinputkan
Contoh Pseudo-code:
1. Masukkan bilangan pertama
2. Masukkan bilangan kedua
3. Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak, kerjakan
langkah 5.
4. Tampilkan bilangan pertama
5. Tampilkan bilangan kedua
Contoh Algoritma
1. Masukkan bilangan pertama (a)
2. Masukkan bilangan kedua (b)
3. if a > b then kerjakan langkah 4
4. print a
5. print b
Definisi Program/Pemrograman
- Adalah kumpulan instruksi-instruksi tersendiri yang biasanya disebut source code yang dibuat oleh programmer (pembuat program)
Paradigma Pemrograman
1. Pemrograman Prosedural
- Berdasarkan urutan-urutan, sekuensia
- Program adalah suatu rangkaian prosedur untuk memanipulasi data. Prosedur merupakan kumpulan instruksi yang dikerjakan secara berurutan.
- Harus mengingat prosedur mana yang sudah dipanggil dan apa yang sudah diubah.
2. Pemrograman Fungsional
- Berdasarkan teori fungsi matematika
- Fungsi merupakan dasar utama program.
3. Pemrograman Terstruktur
- Secara berurutan dan terstrukrtur.
- Program dapat dibagai-bagi menjadi prosedur dan fungsi.
- Contoh: PASCAL dan C
4. Pemrograman Modular
- Pemrograman ini membentuk banyak modul.
- Modul merupakan kumpulan dari prosedur dan fungsi yang berdiri sendiri
- Sebuah program dapat merupakan kumpulan modul-modul.
- Contoh: MODULA-2 atau ADA
5. Pemrograman Berorientasi Obyek
- Pemrograman berdasarkan prinsip obyek, dimana obyek memiliki data/variabel/property dan method/event/prosedur yang dapat dimanipulasi
- Contoh: C++, Object Pascal, dan Java.
6. Pemrograman Berorientasi Fungsi
- Pemrograman ini berfokus pada suatu fungsi tertentu saja. Sangat tergantung pada tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini.
- Contoh: SQL (Structured Query Language), HTML, XML dan lain-lain.
7. Pemrograman Deklaratif
- Pemrograman ini mendeskripsikan suatu masalah dengan pernyataan daripada memecahkan masalah dengan implementasi algoritma.
- Contoh: PROLOG
Algoritma
Asal kata Algoritma berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, ilmuan Persia yang menulis kitab al jabr w’al-muqabala (rules of restoration and reduction) sekitar tahun 825 M
Asal kata Algoritma berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, ilmuan Persia yang menulis kitab al jabr w’al-muqabala (rules of restoration and reduction) sekitar tahun 825 M
Definisi Algoritma
- Algoritma adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Yang ditekankan adalah urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat. (Dari Microsoft Press Computer and Internet Dictionaary 1997, 1998)
- Algoritma adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Yang ditekankan adalah urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat. (Dari Microsoft Press Computer and Internet Dictionaary 1997, 1998)
- Alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis.
Yang ditekankan pertama adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat juga berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis, yang artinya dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu. (Dari Algoritma dan Struktur Data dengan C, C++, dan Java oleh Moh Sjukani hal 1)
Contoh Algoritma dalam kehidupan nyata:
Yang ditekankan pertama adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat juga berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis, yang artinya dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu. (Dari Algoritma dan Struktur Data dengan C, C++, dan Java oleh Moh Sjukani hal 1)
Contoh Algoritma dalam kehidupan nyata:
- Jika seorang ingin memasak atau membuat kue, baik itu melihat resep ataupun tidak
pasti akan melakukan suatu langkah-langkah tertentu sehingga masakannya atau
kuenya jadi.
- Jika seseorang ingin mengirim surat kepada kenalannya di tempat lain, langkah yang
harus dilakukan adalah:
- Menulis surat
- Surat dimasukkan ke dalam amplop tertutup
- Amplop ditempeli perangko secukupnya.
- Pergi ke Kantor Pos terdekat untuk mengirimkannya.
Dalam bidang komputer, algoritma sangat diperlukan dalam menyelesaikan berbagai masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numeris. Tanpa algoritma yang dirancang baik maka proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, atau lambat dan tidak efisien.
Pelaksana algoritma adalah Komputer.
Manusia dan komputer berkomunikasi dengan cara: manusia memberikan perintah-perintahkepada komputer berupa instruksi-instruksi yang disebut program.
Alat yang digunakan untuk membuat program tersebut adalah bahasa pemrograman.
Bahasa pemrograman sangat bermacam-macam: C, C++, Pascal, Java, C#, Basic, Perl, PHP, ASP, JSP, J#, J++ dan masih banyak bahasa lainnya. Dari berbagai bahasa pemrograman cara memberikan instruksinya berbeda-beda namun bertujuan menghasilkan output yang sama.
SOURCE: http://algoritma-pemrograman-universitas.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)




