ANALISA DAN
PERANCANGAN SISTEM 1
Pengertian
CD(Context Diagram) dan
DFD (Data Flow Diagram)
Disusun oleh :
Nama : Laily Cholis Maulidan
NIM : 2014-53-065
Kelas : B
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MURIA
KUDUS
2015
1. Diagram Konteks (CD)
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu
proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan
level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output
dari sistem. Ia akan memberi gambaran tentang keseluruan sistem. Sistem
dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram
konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks[1].
2. Data Flow Diagram(DFD)
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang
telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir(misalnya lewat
telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan
disimpan (misalnya file kartu, microfiche, hard disk, tape, dikette dll). DFD
merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang
terstruktur (structured analysis and design)[2].
Simbol
:
a.
Kesatuan Luar (external entity)
Sesuatu
yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke dalam sistem atau
memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. Entitas
eksternal tidak termasuk bagian dari sistem. Bila system informasi dirancang
untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih
terkait menjadi entitas eksternal.
Pedoman
pemberian nama kesatuan luar (external entity)
1)
Nama terminal berupa kata benda.
2)
Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang
objeknya sama (digambarkan dua kali . dimaksudkan untuk membuat diagram yang
jelas). Bila tidak demikian, maka terminal ini perlu di beri garis miring pada
pojok kiri atas.
b.
Arus Data(dataflow)
Arus
data merupakan tempat menggalinya informasi dan digambarkan dengan garis yang
menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arus panah dan
garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir
diantara proses, data store dan menunjukan arus data dari data yang berupa
masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.
Pedoman
pemberian nama aliran data
1) Nama aliran data yang terdiri dari
beberapa aliran kata dihubungkan dengan garis sambung.
2) Tidak boleh ada aliran data yang
namanya sama, dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.
3) Aliran data yang terdiri dari beberapa
elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.
4) Hindari penggunaan kata ‘data’ dan
‘informasi’ untuk memberi nama pada aliran data.
5) Sedapat mungkin nama aliran data
ditulis lengkap.
c.
Pengertian Proses (process)
Proses
merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat mengolah data atau
aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi
mentranformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa
data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki
satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran.
Proses sering pula disebut bubble.
Pedoman
pemberian nama proses
1) Nama proses terdiri dari kata kerja
dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya : Hitung
Bonus, Pendataan Karyawan, Cetak Fatur,dll.
2) Jangan menggunakan kata proses yang
memiliki nama suatu proses (bubble).
3) Tidak boleh ada beberapa proses yang
memiliki nama yang sama.
4) Proses harus diberi nomor. Urutan
nomor sedapat mungkin mengikuti aliran atau urutan proses, namun demikian
urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses secara kornologis.
5) Penomoran proses pada tingkatan
pertama (Diagram Nol) adalah 1.0,2.0,3.0, dst.
6) Penomoran pada tingkat kedua dari
proses 1.0 (rincian dari proses 1.0) adalah 1.1,1.2,1.3, dst.
7)
Context diagram tidak perlu diberi nomor.
Contoh
Penomoran level pada DFD :
·
Langkah
pembuatan DFD
1.
Identifikasi semua kesatuan luar yang terlibat dengan sistem. .
2.
Identifikasi input dan output yang
berhubungan dengan kesatuan luar
3.
Buatlah gambaran dari konteks diagram
·
Syarat-syarat
pembuatan DFD
Syarat pembuatan DFD ini akan menolong profesional sistem untuk
menghindari pembentukkan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak
konsisten secara logika. Beberapa syarat pembutan DFD dapat menolong
profesional sistem untuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk dilihat
dan mudah dibaca oleh pemakai.
Syarat-syarat
pembuatan DFD ini adalah :
1.
Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
2.
Pemberian nomor pada komponen proses
3.
Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4.
Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
5.
Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika
Contoh Diagram Konteks dan Data Flow Diagram
Contoh
Data Flow Diagram :





Tidak ada komentar:
Posting Komentar